“INSYA ALLAH YA BU?…………..mulai besok saya berusaha untuk merubah sikap dan perilaku jelek saya …..,janji anak pada ibunya .insya allah-nya beneran kan,nak…?”
sekarang saya berpikir apa ada insya allah yang tidak benaran ya?…..padahal suda menjadi kemestian bagi seorang muslim yang berjanji untuk mengatakan insya allah,yang artinya jika allah menghendaki.apa mungkin kita akan mempermainkan ucapan itu?”ia nak..,sekarang harus ada kepastian,karna biasanya ucapan insya allah hanya sekedar ucapan saja,tak ada realisasinya.
“tak kita sadari, seringkali kita membuat janji dengan seseorang bahkan mudah sekali untuk berjanji.”insya allah”………..dan beragam janji yang biasa kita ucapkan.akan tetapi sangat disayangkan,jika kita berjanji pada orang tua kita,seperti berjanji kepada ibu kita untuk merubah sikap kita,tetapi giliran untuk menepatinya ada saja alasan yang di ungkapkan untuk mengelak. bahkan terkadang tampa alasan yang pasti, malas atau lupa misalnya boleh jadi pada waktu harus memenuhi janjin,kita merasa berada dalam situasi yang dilematis .
“menepati janji merupakan perintah allah dan akan di minta pertanggung jawabannya,dan merupakan bagian ahlak yang mulia.itupun sebaliknya,melanggar janji merupakan salah satu karakter orang munafik. tak layak bagi seorang muslim yang telah berjanji untuk membatalkannya tampa alasan yang jelas dan dibenarkan. selama masi ada peluang untuk merealisasikan janji, setidaknya kita tunaikan,semoga tak sekedar janji yang kita berikan dan “insya allah” tak sekedar menjadi penghias untayan janji yang kita ucapkan.
“dan coba kita bayangkan sesuatu yang kita janjikan kepada orang tua kita,terus kita ingkari ,maka sungguh kita telah berbuat dosa besar ,apa lagi mereka menjadi sedih karna mereka merasa anak mereka sendiri tega mempermainkan mereka dengan janji-janji palsu yang sebenarnya itu juga untuk krbaikan mereka……………